Cara Memotivasi Diri Untuk Belajar Saat Terlalu Sibuk

Motivasi adalah topik menarik yang telah dipelajari oleh psikolog, sosiolog, dan ilmuwan selama beberapa dekade. Buku dan artikel yang tak terhitung jumlahnya telah ditulis tentang masalah ini dan terus bermunculan setiap tahun. Tapi apa yang memotivasi kita dalam situasi tertentu? Bagaimana kita bisa tetap termotivasi ketika kita memiliki begitu banyak hal lain di pikiran kita seperti pekerjaan? 

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, pertama-tama kita perlu memahami motivasi itu sendiri. Lebih khusus lagi, dua jenis motivasi: intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah insentif untuk terlibat dalam aktivitas tertentu yang berasal dari kesenangan dalam aktivitas itu sendiri dan bukan karena manfaat eksternal yang mungkin diperoleh. Kedengarannya seperti, “Saya akan bekerja keras untuk mendapatkan promosi itu sehingga saya bisa lebih puas di tempat kerja.” 

Di sisi lain, motivasi ekstrinsik adalah insentif eksternal untuk terlibat dalam aktivitas tertentu, terutama motivasi yang timbul dari harapan hukuman atau hadiah. Kedengarannya seperti, "Saya benar-benar ingin promosi di tempat kerja itu menghasilkan lebih banyak uang." Bagaimana kita termotivasi benar-benar bermuara pada apakah motivasi itu datang dari dalam diri kita atau dari luar diri kita. Kita semua cenderung lebih condong ke satu daripada yang lain, tetapi ini bisa bergantung pada situasi tertentu. 

Mari kita lihat fakta dari situasi spesifik dalam contoh saya dan uraikan untuk memahaminya lebih lanjut. Kinsey bekerja dan bersekolah seperti kebanyakan mahasiswa. Kinsey mengikuti ujiannya pagi-pagi sekali sebelum waktu bangunnya yang biasa. Dia sedang mengerjakan ujian sebelum pergi bekerja. Dia memiliki hari kerja yang sibuk di depan. Dia mengakui bahwa dia tidak ingin melakukannya nanti. Semua fakta di atas menunjuk pada individu yang termotivasi. Apa yang tidak mereka katakan secara spesifik kepada kami adalah, apakah dia termotivasi secara intrinsik atau ekstrinsik? Saya akan condong ke arah intrinsik karena sepertinya tidak ada hadiah yang jelas. Contoh ini memberikan beberapa petunjuk yang kurang jelas tentang cara-cara yang dapat membantu orang lain seperti Anda. 

Saya telah mengumpulkan rahasia yang diilhami oleh petunjuk ini, bersama dengan beberapa kebijaksanaan tambahan yang saya pelajari sepanjang jalan untuk membantu Anda dalam mempertahankan motivasi Anda untuk belajar. 

Berikut 11 tips bagaimana memotivasi diri sendiri untuk belajar bahkan ketika Anda terlalu sibuk dengan pekerjaan. 

1. Memiliki pola pikir yang Hebat 

Semuanya dimulai di sini, dan pola pikir positif bisa sangat membantu. Percaya bahwa Anda akan mencapai tujuan Anda, dan fokus pada hal-hal baik yang telah Anda lakukan. Studi menunjukkan bahwa menjadi optimis mengarah pada penyelesaian lebih banyak dan memiliki kesejahteraan mental dan fisik yang lebih baik secara keseluruhan.[3] 

2. Visualisasikan Sukses 

Setelah pola pikir Anda tertata, maka langkah selanjutnya adalah memvisualisasikan kesuksesan Anda. Mulailah dengan visi yang jelas tentang apa yang ingin Anda capai dan kemudian rasakan perasaan memiliki kesuksesan itu. Misalnya, jika Anda ingin mendapatkan nilai A dalam ujian, uraikan langkah-langkah mempelajari materi untuk memastikan keberhasilan. 

3. Bagi Tujuan Anda 

Menjadi Tugas Kecil yang Dapat Dicapai Terkadang, sebuah tujuan bisa terasa terlalu besar, seperti lulus kuliah dengan nilai A langsung. Pikirkan tujuan yang Anda miliki dan uraikan menjadi langkah-langkah sederhana yang dapat dicapai. Misalnya, jika Anda tahu Anda ingin mendapatkan nilai A dalam ujian, mulailah dengan mengumpulkan sumber daya yang tepat untuk dipelajari, dan kemudian melangkah lebih jauh untuk mengidentifikasi apa yang Anda butuhkan dari setiap sumber daya. Setelah Anda menelusuri cukup jauh, semuanya menjadi dapat dicapai. 4. Hadiahi diri Anda sendiri Hadiah membantu Anda tetap termotivasi selama mereka sehat. Setelah Anda menetapkan tujuan, tetapkan hadiah kecil untuk mencapainya. Baik itu makanan yang dapat dimakan yang Anda sukai atau sesuatu yang lebih besar seperti pijatan, jenis motivator eksternal ini dapat membantu mempertahankan motivasi Anda dan mendorong Anda lebih dekat ke tujuan Anda yang lebih besar.

5. Pomodoro untuk Kemenangan 

 Teknik Pomodoro adalah sistem manajemen waktu yang mendorong Anda untuk bekerja dengan waktu yang Anda miliki, bukan melawannya. Pisahkan waktu yang Anda miliki untuk belajar menjadi bagian-bagian 25 menit yang dipisahkan oleh istirahat 5 menit. Setiap interval atau Pomodoro membantu Anda menahan gangguan dan melatih otak Anda untuk fokus. Anda akan menemukan bahwa rasa urgensi yang diciptakannya adalah motivator yang fantastis. 

6. Ukur Kemajuan 

Setelah Anda mulai mencapai tujuan dan memiliki Pomodoro yang sukses, Anda perlu mengukur semuanya. Jika Anda tidak mengukur dan melaporkan kemajuan Anda, maka Anda mungkin tidak membuat banyak kemajuan sama sekali. Menurut Hukum Pearson, ketika kinerja diukur, itu meningkat; ketika kinerja diukur dan dilaporkan, itu meningkat secara eksponensial. 

7. Jadikan Ini Kompetisi 

Persaingan yang sehat bermanfaat untuk membuat Anda terus bergerak, dan sangat bagus untuk membangun motivasi Anda untuk belajar. Anda dapat bersaing secara positif dengan orang lain untuk saling mendorong agar berhasil. Jika Anda tidak memiliki orang lain, maka buatlah kompetisi dengan diri Anda sendiri. Misalnya, lihat berapa banyak Pomodoro yang dapat Anda lakukan tanpa merusak fokus dan melihat ponsel Anda. Terus dorong bar lebih tinggi, dan Anda akan berusaha untuk mencapainya. 

8. Temukan Mentor 

Cara lain bagi Anda untuk membangun dan mempertahankan motivasi belajar adalah dengan mencari mentor. Memiliki mentor adalah cara yang bagus untuk memotivasi dan terhubung dengan seseorang yang Anda kagumi atau seseorang di bidang yang Anda pelajari. Memiliki seorang mentor memberikan manfaat ganda karena mereka dapat memberikan bantuan dan dorongan kepada Anda di jalan menuju kesuksesan. 

9. Dapatkan Sobat Akuntabilitas 

Meskipun kadang-kadang ini adalah peran seorang mentor, Anda juga dapat menemukan orang lain mempelajari hal yang sama seperti Anda sebagai teman atau mitra akuntabilitas Anda. Dengan Anda berdua fokus pada hasil yang sama, Anda dapat berbagi ide yang mungkin tidak Anda pikirkan dan pahami dari sudut pandang teman Anda. Studi menunjukkan bahwa secara terbuka memberikan tujuan Anda kepada seseorang memberi Anda setidaknya 65% peluang untuk menyelesaikannya. Memiliki mitra akuntabilitas tertentu meningkatkan peluang Anda untuk sukses hingga 95%.[4] 

10. Temukan Waktu “Anda” 

Ada kalimat lucu dari film lama, Fast Times at Ridgemont High, di mana seorang siswa mengganggu kelas, dan guru menyuruhnya untuk berhenti mengganggu kelas dan melakukan apa yang dia lakukan pada waktunya sendiri. Siswa menjawab, "Saya di sini, Anda di sini, bukankah itu membuat waktu kita?" Apakah Anda belajar dengan kelompok atau solo, Anda masih perlu menemukan waktu yang paling sesuai dengan kebutuhan dan otak Anda. Bagi sebagian orang, ini adalah hal pertama di pagi hari, tetapi bagi yang lain, itu setelah bekerja ketika mereka telah melakukan dekompresi. Dengan mengukur kesuksesan dan efisiensi Pomodoro Anda, Anda dapat mengidentifikasi waktu yang optimal untuk Anda. 

11. Bergerak

Meluangkan waktu untuk bergerak sangat penting untuk bergerak menuju tujuan Anda. Tidak masalah jika Anda belajar di meja, di tempat tidur, atau di lantai, Anda tetap harus bergerak. Beristirahatlah sejenak selama lima menit setelah setiap Pomodoro yang berhasil untuk berdiri, meregangkan, dan menggerakkan kaki Anda. Peningkatan aliran darah ini akan membantu Anda tetap terjaga dan mendapatkan oksigen ke otak Anda. Setelah Anda menyelesaikan empat sesi berturut-turut, saatnya untuk istirahat yang lebih lama selama 15 hingga 20 menit. Istirahat ini adalah waktu yang optimal untuk mendapatkan udara segar dan olahraga singkat di luar. Waktu yang singkat ini akan membuat perbedaan yang signifikan dalam tingkat motivasi Anda.