Melihat Potensi Bisnis Toko Peralatan Outdoor

Selasa, 04 Juli 2017

Jika Anda melihat berbagai distro komunitas musik sudah begitu menjamur dan toko fashion dipasar sudah terlihat cukup ‘kampungan’, lalu apa peluang kita untuk membuka toko yang masih bernuansa kaum muda tetapi tidak ‘kampungan’? Jangan bingung dulu, karena Anda masih bisa membuka bisnis toko atau distro yang mungkin agak berbeda, yakni toko peralatan outdoor.

Ya, akhir-akhir ini kegiatan outdoor seperti mendaki gunung (hiking), rafting, camping, panjat tebing dan lain sebagainya memang sedang digandrungi anak muda. Tidak hanya anak muda sebenarnya karena sering ditemui pada jalur pendakian gunung-gunung orang usia kepala 4 sampai 5 masih bersemangat mendaki. Tentu ini menjadi potensi yang bagus untuk bisnis, karena bagaimana pun juga dalam kegitan outdoor benar-benar harus safety sehingga memerlukan peralatan khusus.

Jika masih tidak percaya mengenai potensi bisnis ini, berikut kami coba menjabarkan mengenai kepopuleran kegiatan outdoor:

1. Jalur pendakian padat merayap

Cobalah sesekali mengunjungi pos pendakian gunung populer di Indonesia yang tidak jauh dari tempat tinggal. Contohnya adalah gunung Gede, Papandayan, Prau, Merbabu bahkan Semeru dan Rinjani. Disetiap akhir pekan ada ratusan sampai ribuan pendaki yang sengaja datang ke pos-pos pendakian untuk menuju puncak.

Kabarnya gunung Papandayan pada hari libur bisa didatangi oleh pendaki yang jumlahnya sampai 2000-3000 ribu orang. Untuk gunung Gede bisa lebih dari itu, hanya saja pihak TNGP selaku pengelola membatasi pendaki hanya 600 orang per-hari untuk 3 jalur. Hal ini membuktikan bahwa aktivitas outdoor semakin populer saja.

2. Aktivitas hiking bukan untuk komunitas pecinta alam saja

Jika Anda melihat lagi pada 10 sampai 20 tahun yang lalu, kebanyakan pendaki gunung berasal dari komunitas dan organisasi pecinta alam seperti MAPALA, SISPALA dan organisasi lainnya. Hanya sedikit pendaki yang berasal dari kelompok bukan organisasi pecinta alam.

Namun kini sebaliknya berbeda, kegiatan pendakian gunung tidak memandang mereka ikut organisasi atau komunitas. Mulai dari pekerja kantoran, anak SMA, Mahasiswa, wiraswasta dan pengangguran kini sudah banyak yang berminat pada kegiatan pendakian gunung.

3. Bukan hanya untuk aktivitas outdoor saja

Apakah peralatan outdoor hanya dapat digunakan untuk kegiatan mendaki atau nge-camp saja? Tentu tidak karena ternyata banyak yang menganggap fashion terlihat ‘keren’. Sebagai contoh sandal gunung, jaket, tas carries, daypack sangat cocok untuk aktivitas sehari-hari seperti hang out, kuliah atau bepergian biasa (bukan mendaki).

Setelah melihat potensi yang bagus, berikut ini kami mencoba berikan tips dan trik bagi Anda yang sudah mantap untuk membuka toko peralatan dan perlengkapan outdoor:

1. Punya hobi kegiatan outdoor

Sepertinya Anda memang harus memiliki hobi kegiatan outdoor meski hal ini tidak terlalu wajib. Setidaknya agar bisa menjadi pengalaman dan mengetahui fungsi serta kegunaan gear. Kebanyakan pemilik toko outdoor adalah mereka yang memiliki hobi tersebut. Namun sekali lagi ini bukan menjadi kewajiban.

2. Merek ternama masih diminati

Brand terkenal tidak akan pernah berbohong. Jadi cobalah untuk menjual peralatan outdoor yang merupakan merek ternama, karena biasanya itulah yang di buru pembeli. Kadang-kadang Anda juga harus melakukan survei kepada para penggiat kegiatan alam bebas, merek apa yang sedang nge-trend atau banyak dibeli. Akan lebih baik lagi Anda menyediakan brand lokal dan luar negeri sebagai opsi murah dan mahal.

3. Aktif dalam kegiatan outdoor

Salah satu trik marketing yang paling sering dilakukan toko peralatan outdoor adalah aktif dalam mendukung kegiatan atau event outdoor. Sebagai contoh mensponsori event pendakian massal, operasi bersih atau kadang-kadang pihak toko yang menyelenggaakannya. Strategi bagus karena Anda sama saja promosi bertarget, bukan asal promosi.

4. Pemasaran via online wajib

Jaman sekarang apa sih yang tidak dijual secara online? Apalagi peralatan outdoor.Buatlah situs website toko online sendiri sebagai fasilitas pemasaran selain toko utama. Tujuannya jelas untuk menambah omzet penjualan.  Tampilkan seluruh produk beserta deskripsi dan harga yang jelas untuk memudahkan calon pembeli mendapat informasi suatu produk.



Juli 04, 2017